Sabtu, 14 Juni 2014

Anggota Syekher Mania PPDM berpose dan akan otw menuju Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. 
Sabtu, 24 Mei 2014 - sebelum berangkat ke Kediri kami berpose bersama - sama anggota Syekher Mania PPDM di depan Masjid An Nur PPDM. Demi kecintaan kepada Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf dan juga yang pasti kecintaan kepada Junjungan Kita Nabi Besar Muhammad SAW kami rela mengorbankan waktu, tenaga serta biaya. Bertolak dari Pondok Pesantren Darul Mustaghitsin kami mengendarai mobil carteran Avanza warna silver dengan pengemudi yang tak diragukan lagi keprofesionalannya dalam mengemudi yaitu Aa' Hanafi. Bahkan karena keprofesionalannya kami hampir ketinggalan dan tidak bisa menghadiri acara konser tersebut karena kesasar (red- salah jalur),,,hahahaha. Namun karena keprofesionalannya juga kami bisa sampai tujuan dan mungkin agak ketinggalan karena mendapat tempat paling belakang.
Ada sebuah kisah pada zaman Rasulullah SAW. Suatu ketika pada saat Rasulullah sedang berkhotbah ada dari seorang baduwi yang menyela khotbah tersebut. seorang badui tersebut bertanya kepada Kanjeng Nabi: "Wahai utusan Allah, kapan hari kiamat itu terjadi?". Namun Kanjeng Nabi tidak lantas menjawab pertanyaan tersebut tetapi malah bertanya balik kepada dia. " Jika kiamat terjadi lantas apa yang akan engkau persiapkan untuk menyambutnya?" tanya Rasulullah. Kemudian seorang badui tersebut menjawab: Yaa Rasulullah saya bukanlah ahli ibadah jadi saya tidak punya persiapan apa - apa, saya hanya mengaku cinta kepada Engkau". Dan Rasulullah pun menyahut " Al Mar'u Ma'a Man Ahabba". Seseorang akan bersama orang yang dicintainya.
Subhanallah, oleh karena itu dengan lantaran pengorbanan kita akan kecintaan kita kepada Kanjeng Nabi semoga mendapat Syafa'at Beliau di hari akhir kelak, Amiin, amin, Yaa Robbal 'Alamin.

Senin, 09 Juni 2014

Tour Ziarah Wali Songo menjelajah Pesisir Pulau Jawa. Dari Jawa paling Wetan sampai Jawa paling Kulon. Tak terkecuali ke puncak gunung, dari Gunung Tangkuban Perahu Jawa Barat sampai Gunung Jabalkat Jawa Tengah juga termasuk Gua Safarwadi di Tasikmalaya.
Suatu keistiqomahan yang terjaga sejak tahun 2007 sampai sekarang dan semoga tetap berlangsung ilaa yaumil qiyamah, amin. Suatu pencapaian yang luar biasa bagiku khususnya bisa menjaga istiqomah mengunjungi para kekasih - kekasih Allah, namun itu semua hanyalah pertolongan dari Allah dan kita tidak boleh takabur.
Suatu keharusan memang bagi seorang Islam yang bertaqwa untuk menjaga kelangsungan suatu perbuatan yang baik (baca: Istiqomah). Qoolaa Rasulullah SAW: "Al Istiqomatu Khoirun min alfi karomah". tak terkecuali bagiku sendiri menjaga istiqomah merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan walaupun memang sangat berat dirasa. namun dengan pertolongan Allah SWT tak ada sesuatu yang disebut berat.
Ini adalah suatu langkah berikutnya yang saya ambil untuk mewujudkan beberapa dari The Impossible Dream yang saya rencanakan. Tour Ziarah Wali Songo menjelajah Pulau Jawa. Satu dua langkah telah terlalui tinggal melangkahkan kaki menjejak langkah - langkah berikutnya. 
The Impossible Dream:
1. Dirosah fi Makkatal Mukarromah
2. Mengunjungi Baitullah dan Baginda Rasul bersama Isteri tercinta
3. Menjelajah Dunia menjejak kejayaan Islam masa lalu dan Perkembangan Islam masa kini

4. ...?????????????? ????????????


Sabtu, 17 Mei 2014

akhirnya sebuah langkah awal menjelajah dunia telah terpenuhi. Walaupun hanya sebatas tujuan yang mungkin bagi orang lain hanyalah menjadi bahan tertawaan. Kamis, 15 mei 2014 bertepatan dengan hari besar waisak. kuawali hari dengan penuh harapan bahwa hari ini adalah awal bagiku menjelajah dunia. impian yang mungkin mustahil bagiku "the impossible dream" tetapi tidak bagi Allah yang Maha Kuasa. tepat pukul 09.00 WIB lebih beberapa menit kunyalakan sepeda motor varioku dengan bacaan beberapa do'a tentunya. mengajak temanku hanya berdua kumulai langkah pertama membuka pintu menjelajah dunia. Tujuan awal adalah Madura. tanpa pikir panjang kemana tujuan, yang pasti aku dan temanku tetap melanjutkan perjalanan.
Ternyata sesampai di Madura terpikirkan untuk mengunjungi Makam Waliyullah Mbah Kholil, Bangkalan. kami berziarah dan berdo'a disana.
setelah kembali diiringi dengan hujan yang tidak terlalu deras kami berhenti sejenak di jembatan Suramadu untuk berpose.

Kamis, 15 Agustus 2013

Fenomena Warung Kopi di Lamongan

"Ngopi" sebuah kata yang tak asing lagi ditelinga kaum muda - mudi zaman sekarang terutama muda - mudi lamongan. Kopi bisa dibilang kebutuhan perimer bagi masyarakat Lamongan baik tua maupun muda. Akhir - akhir ini semakin banyak sekali Warung - warung kopi yang bermunculan di Kota Lamongan. Berbagai macam fasilitas ditawarkan untuk mendatangkan pelanggan, dari Internet Gratis/ WiFi, lesehan, televisi, layar lebar untuk nobar pertandingan sepak bola dan lain sebagainya. Bahkan tidak sedikit yang memasang Nonik - nonik cantik untuk menarik para pelanggan.
Baru - baru ini muncul warung kopi yang sangat ramai di jalan KH. A. Dahlan Lamongan. namanya Warkop ANGKRINGAN. kabarnya ramai karena mereka jualan kopi mengadopsi kopi dari Jawa Tengah kopi campur arang tepatnya kopi yang dimasuki dengan arang yang masih membara. buka pada waktu malam saja.
Memang banyak sekali cara yang digunakan untuk menarik para pelanggan seperti yang sudah tersebut di atas. Tapi nyatanya dari sekian banyak warung kopi yang bermunculan di Lamongan, semuanya ramai dengan pelanggan. Mungkin karena sudah budaya masyarakat Lamongan yang guyub rukun, berkumpul bersama, dan mungkin sudah adat kebiasaan turun termurun dari muda hingga tua semuanya suka NGOPI.